Rabu, 20 Maret 2019    08:41 WIB
Liputan Fakta

                                 Kabupaten Tapanuli Utara

***Identitas Wartawan Liputanfakta.com Namanya Tercantum pada Box Redaksi, Memiliki Kartu Pers yang Masih Berlaku dan Memiliki Surat Tugas yang Masih Berlaku**** IKLAN/BERITA Hubungi Telp/WA : 081297639596****Identitas Wartawan Liputanfakta.com Namanya Tercantum pada Box Redaksi, Memiliki Kartu Pers yang Masih Berlaku dan Memiliki Surat Tugas yang Masih Berlaku**** IKLAN/BERITA Hubungi Telp/WA : 081297639596****
UTAMA
 


Saksi Tergugat : Tidak Akui Surat Tanah Milik Tergugat

Olo Lumban Gaol,    13 Maret 2019,    11:05 WIB,    Dibaca : 1,741 Kali

Saksi Tergugat : Tidak Akui Surat Tanah Milik Tergugat

Suasana Sidang Lanjutan Perkara No. 67/Pdt.G/2018/PN.Trt Mendengar Keterangan Saksi dari Tergugat di Pengadilan Negeri Tarutung, Selasa, 12/03/2019.

Tarutung, liputanfakta.com---Sidang lanjutan perkara Nomor. 67/Pdt.G/2018/PN.Trt dengan agenda menghadirkan sekaligus mendegar keterangan saksi dari tergugat  kembali digelar di Pengadilan Negeri Tarutung, Selasa 12/03/2019.  

Saksi tergugat yang dihadirkan dipersidangan oleh tergugat ada dua orang, namun salah satu dari saksi tergugat yang dihadirkan dipersidangan gagal didengarkan kesaksiannya karena saksi tersebut mengakui masih ada hubungan darah dengan para tergugat.

Sedangkan saksi tergugat Tiamin Br Lumban Gaol sempat gagal menjadi saksi karena saksi tidak membawa identitas lengkap sebagai saksi sebagaimana diatur dalam perundang-undangan. Namun, selang beberapa menit melalui tergugat tiga Liber Sinaga menyerahkan telepon selulernya kepada kuasa hukumnya yang selanjutnya disampaikan kepada ketua majelis menunjukkan foto identitas saksi.

Berdasarkan identitas saksi yang ada pada telepon seluler itu, setelah Ketua Majelis dan kuasa hukum penggugat dan tergugat berunding, akhirnya saksi tergugat Tiamin Br. Lumban Gaol kembali dihadirkan sebagai saksi dimuka persidangan untuk didengar keterangannya.

Dalam kesaksiannya, saksi tergugat Tiamin Br. Lumban Gaol mengatakan menjual sawah dan tanah kering seluas kurang lebih empat hektar kepada Alm. Balduin SInaga pada tahun 1987. Sebelum, sawah tersebut dijualnya, saksi tergugat mengakui mengusahai sawah tersebut kurang lebih 10 tahun. Sewaktu dijual sawah, tanah kering disekitar sawah masih hutan dan yang menebangi kayu sekitar sawah itu adalah tergugat. Saksi tergugat juga mengakui jarak rumah tergugat dengan sawah penggugat sekira 2Km. Saksi tergugat tidak mengetahui ada aturan adat yang mengatakan kalau ada jual beli sawah di kawasan Pintubosi Onan Ganjang pembeli hanya berhak 20 meter dari pinggir sawah yang dibeli atau dijual.

Hakim yang menanyakan perihal rumah tergugat, saksi tergugat mengatakan tanah untuk mendirikan rumah tergugat adalah bagian dari tanah yang dijual saksi tergugat kepada tergugat bukan tanah yang diberikan raja adat Pakkirapan.

Kuasa hukum penggugat, Andire Ari Sarjono, SH didampingi Edy Gusnaidi, SH menanyakan perihal surat perjanjian tertanggal 1 Juli 1987 yang diajukan tergugat sebagai bukti otentik atas kepemilikan tanah dan sawah seluas kurang lebih 4 hektar, saksi tergugat tidak mengakui surat itu. Kuasa penggugat meminta saksi tergugat sampai tiga kali agar mengingat ingat kembali, apakah surat perjanjian yang dibaca tadi adalah surat perjanjian jual beli atas sebidang sawah yang diberikan saksi kepada tergugat?, namun saksi tergugat tetap pada pendapatnya yang mengatakan bukan, bukan itu suratnya, ada surat satu lagi.

Kuasa Hukum Penggugat meminta kepada panitera melalui ketua majelis hakim untuk mencatat semua keterangan-keterangan saksi tergugat yang terungkap didalam persidangan hari ini.

Usai kuasa hukum penggugat bertanya kepada saksi tergugat, kuasa hukum tergugat Luga Pardamean P. Manalu, SH kembali bertanya dan memperjelas surat perjanjian yang dikeluarkan tanggal 1 Juli 1987 didepan ketua majelis dengan membawa saksi tergugat kedepan, namun saksi tergugat tetap pada pendiriaanya tidak mengakui surat perjanjian tersebut yang diklaim tergugat sebagai surat kepemilikan yang sah yang dimiliki tergugat untuk menggarap tanah kering disekitar sawah yang dibeli tergugat.

Menurut kuasa hukum penggugat, Andire Ari Sarjono, SH didampingi Edy Gusnaidi, SH mengatakan bahwa saksi tergugat banyak tidak mengetahui saat ditanya, dan jawabannya banyak yang keliru atau berubah-ubah. Menurutnya, salah satu yang sangat fatal adalah saksi tergugat tidak mengakui isi surat perjanjian jual beli yang ditandantangani suami saksi tergugat tertanggal 1 Juli 1987. Kalau surat itu sudah tidak diakui saksi tergugat yang notabene saksi tergugat adalah bagian dari penjual, lalu apa yang mau kita perkarakan? Artinya, jika mendengar keterangan saksi tadi, pihak tergugat tidak mempunyai hak sama sekali untuk menguasai tanah sawah dan tanah kering seperti yang diklaim tergugat.

“Sampai tiga kali saya tanya, bahkan kuasa hukum tergugat juga ikut memperjelas  surat tersebut, tetap saksi tergugat tidak mengakui surat perjanjian tanggal 1 Juli 1987. Kedua, keterangan saksi tergugat mengatakan bahwa sebelum saksi menjual sawah tersebut, saksi telah mengusahai sawah itu selama 10 tahun, artinya sawah itu sudah dikuasai saksi tergugat sejak tahun 1977. Dengan rentang waktu selama itu, masa saksi tergugat tidak mengetahui areal sekitar persawahannya, bahkan mengatakan jarak rumah tergugat dengan sawah penggugat 2 Km?”, ujarnya usai persidangan.

Dalam surat perjanjian tersebut bahwa letak sawah yang dijual Marudin Aritonang adalah di Tambok Hatoropan dengan benih 12 liter metmet, sementara sawah milik Marudin Aritonang yang sebenarnya yang dijual kepada tergugat berada di Tambok Ganjang. Kedua, batas sebelah timur yang merupakan penggugat tidak ikut menandatangani surat perjanjian tersebut.

Usai mendengar keterangan saksi, sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hendra Utama Sutardodo, SH, M.Hum akhirnya ditutup dan akan dilanjutkan Selasa, 19/03/2019 dengan agenda mendengar keterangan saksi dari pihak tergugat.

TERPOPULER
Depok 23 Desember 2018 19:20 WIB
Kota Depok, liputanfakta.com---Pemerintah Kota Depok berkomitmen untuk terus melestarikan kebudayaan asli Depok agar tidak hilang akibat perkembangan zaman. Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah dengan membentuk kampung-kampung

Dibaca : 929 kali

img
Jakarta Pusat 22 Desember 2018 09:50 WIB
Jakarta, liputanfakta.com---Setelah kembali dari rangkaian kunjungan kerja ke Jawa Timur dan Jawa Tengah, Presiden Joko Widodo (Jokowi) langsung memimpin rapat terbatas yang membahas persiapan menjelang Natal dan Tahun

Dibaca : 1204 kali

img
Kolaka 02 Desember 2018 01:50 WITA
Kolaka, Liputan Fakta.com---Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kolaka mengundang setidaknya 20 Juru Warta baik yang tergabung dalam Media Online, TV dan Cetak guna menyatukan pandangan dalam kegiatan liputan

Dibaca : 852 kali

img
Jeneponto 29 November 2018 14:54 WITA
Jeneponto, Liputan Fakta.com---Setelah melewati perjuangan panjang yang tentunya melelahkan, dari makassar ke kantor Kemenristekdikti di Jakarta dan kembali ke Makassar di LLDIKTI Wil. IX Selawesi akhirnya menuai hasil.

Dibaca : 1121 kali

img
Padang Sidimpuan 23 November 2018 17:47 WIB
Tapanuli Selatan, Liputan Fakta.com--Menyambut Hari Jadi Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) Ke-68 Tahun 2018 yang di pusatkan di Gedung Serbaguna Sarasi, Jalan Prof. Lafran Pane, Sipirok, Rabu (21/11), Pemkab

Dibaca : 1570 kali

img
Kolaka 21 November 2018 12:36 WITA
Kolaka, Liputan Fakta.com---Biasanya Operasi Cipta Kondisi dilakukan di tempat-tempat yang rawan tindak kejahatan, namun lain halnya dengan malam tadi, sabtu 17/11/2018, Operasi di konsentrasikan pada tempat berkumpulnya anak-anak

Dibaca : 1154 kali

img
Deli Serdang 15 November 2018 12:36 WIB
Deli Serdang, Liputan Fakta.com---Hingga akhir Operasi Zebra Toba 2018, Satlantas Polres Deli Serdang menilang sebanyak 3100 kendaraan di Kabupaten Deli Serdang. Dari data Operasi Zebra Toba 2017

Dibaca : 1651 kali

img

Redaksi Kode Etik Internal Undang - Undang Pers Kode Etik Jurnalistik Pedoman Media Siber
LIPUTAN FAKTA



Copy Right @2018 Liputanfakta All Right Reserved
Kotak Surat Privacy Policy Info Iklan Disclaimer Karir